Kubah Baja Israel dan Bahaya Hakiki

Sunday, 25 July 2010

print this page
send email
Isham Shawir

Kementerian Pertahanan Israel mengumumkan keberhasilan system keamanan Kubah Baja dalam menghadang roket-roket jarak dekat pada saat bersamaan. Gagasan Kubah Baja disampaikan setelah beberapa tahun militer Israel gagal mencegah serangan roket kelompok pejuang perlawanan dari Jalur Gaza dan dari selatan Libanon ke pemukiman yahudi. Namun keberhasilannya tetap diragukan. Pengumuman keberhasil dari departemen keamanan Israel itu bertujuan memberikan dukungan moril dan psikis bagi rakyat yahudi. Ini tentu membantu kepentingan Netanyahu. Dukungan Amerika terhadap proyek ini bukan saja berangkat dari keyakinannya akan efektifitas Kubah Baja ini. Namun juga memotivasi PM Israel untuk memberikan fleksebilitas dan memberikan janji-janji kembali ke perundingan langsung dengan Palestina dan bukan untuk menyepakati menarik diri dari Tepi Barat seperti yang diisukan.

Amerika menyadari, juga Israel bahwa masa depan entitas zionis dan eksistensinya tidak akan terancam dengan segelintir roket dari Jalur Gaza atau Libanon. Namun fenomena roket adalah hasil perkembangan teknologi adalah salah satu ancaman berbahaya yang mengancam eksistens Israel dari ancaman perubahan pemikiran dan pembagian penduduk.

Israel hidup dikelilingi oleh dunia Arab dan Islam mulai merasakan adanya gelombang anti penjajahan meningkat. Ini karena kembalinya kesadaran berislam. Ini merupakan ancaman bagi Israel dari sisi pemikiran dan ideology. Artinya kelompok anti Israel akan semakin banyak, bukan sekedar Iran, Suriah, Hizbullah dan Hamas. Di dalam wilayah Israel (baca; wilayah Palestina jajahan Israel) sendiri hidup lebih dari 1,2 juta warga Palestina yang merupakan bom demografi waktu menurut keyakinan Israel. Ini belum termasuk 4 juta lebih warga Palestina di Jalur Gaza dan Tepi Barat. Karenanya, makin ke sini, Israel makin merasa tercekik. Karenanya, tidak asing bila Israel harus menggelar aksi pengusiran warga, pengekangan dan penggusuran rumah. Bahaya ini bersatu dengan bahaya perkembangan teknologi negara-negara Arab dan Islam. Sehingga, eksisten Israel di Palestina di masa depan hanya ilusi dan khayalan.

Yang pasti, Amerika tidak akan bisa memberikan keamanan sepenuhnya kepada penjajah Israel sebagaimana tidak bisa memberikan negara kepada kita Palestina. Apa yang kita saksikan berupa upaya Amerika menjaga keamanan Israel hanyalah pertimbangan internalnya yang dimanfaatkan Israel dalam mewujudkan sejumlah capaian sederhana bahkan minim dan sementara. Upaya ini sama sekalin tidak akan bisa menghalangi kemungkinan hancurnya Israel dalam waktu dekat. Insya Allah. (bn-bsyr)
SUMBER

0 comments:

Post a Comment