Mesir Akhirnya Buka Perbatasan Gaza Setelah Tragedi Flotilla

Wednesday, 2 June 2010

print this page
send email
Mesir akhirnya membuka perbatasannya dengan Jalur Gaza pada hari Selasa (1/6) kemarin, dan mengizinkan rakyat Palestina melintas. Namun hal ini dilakukan sampai sampai pemberitahuan lebih lanjut di tengah badai kecaman internasional atas blokade Israel.

Tidak heran jika kemudian puluhan orang berduyun-duyun ke titik persimpangan di kota Jalur Gaza selatan Rafah, meskipun gerbangnya tampak masih harus ditutup pada waktu-waktu tertentu.

Namun perlu diingat, Ini adalah titik yang hanya pada perbatasan Gaza, dan tidak sepenuhnya dikontrol oleh Israel. Kairo benar-benar takut jika membuka perbatasannya itu, dan hanya melakukannya dalam waktu yang tidak banyak. .

Jika saja perbatasan ini dibuka sejak dari dulu, maka ada beberapa hal yang bisa dilakukan. Pertama, barang-barang bisa bisa masuk ke Gaza dengan mudah, tanpa harus melewati sensor Israel. Kedua, pembukaan gerbang yang permanen, yang terletak di atas hamparan padang pasir perbatasan yang penuh oleh ratusan terowongan di bawahnya, akan menjadi dorongan besar bagi Hamas dan pukulan telak bagi upaya-upaya Israel dan Barat dalam melumpuhkan Islam.

Departemen Dalam Negeri Hamas mengatakan dalam pernyataannya bahwa: "Rafah terbuka setiap hari dari jam 9 pagi sampai 19:00."

Sebuah sumber keamanan Mesir mengatakan kepada Reuters: "Mesir membuka perbatasannya dengan Jalur Gaza pada hari Selasa untuk memungkinkan bantuan kemanusiaan dan medis untuk memasuki Gaza."

"Perbatasan akan tetap terbuka namun dalam waktu yang terbatas," kata sumber itu.

Mesir, oh Mesir... (sa/aby)
SUMBER

0 comments:

Post a Comment