Kunjungan Amr Mussa Tidak Memberi Faedah

Monday, 14 June 2010

print this page
send email
Gaza : Teriakan media yang menyertai kunjungan Dr. Amr Mussa, Sekretaris Jenderal Liga Arab, ke Jalur Gaza, tidak bisa mematahkan keraguan kalangan Palestina yang meragukan kemampuan Musa untuk mengubah realitas penderitaan dan pengungsian yang disebabkan oleh blokade dan agresi terhadap Jalur Gaza.

Kunjungan Tak Berfaedah

Di saat Amr Musa dan delegasi yang menyertainya disambut dengan antusias di tengah-tengah keluarga Elsamuni yang kehilangan kehilangan puluhan syuhada dan sejumlah rumah selama agresi Zionis akhir tahun 2008 di Jalur Gaza; seorang bocah bernama Ayat Elsamuni (9 tahun), hanya menonton keributan besar yang terulang-ulang sejak rumah keluarganya hancur.

Dia mengatakan, "Sejak agresi dan penghancuran rumah ini telah datang puluhan delegasi ke sini, orang asing dan Arab, pria dan wanita, dari berbagai warna kulit dan mereka semua berbicara tentang Gaza .. Semua pembicaraan tampak simpatik, tapi hasilnya: masalah kami tetap tidak berubah."

Dia menambahkan, "Saya dan semua saudara saya lelah dengan cerita. Kami sudah menjelaskan rincian tentang apa yang terjadi pada kami, sampai kami merasa seakan kami menceritakan sebuah kisah yang membuat sakit telinga orang yang mendengarnya."

Di mempertanyakan, "Jika semua orang berbicara dengan sungguh-sungguh tentang pembangunan kembali dan blokade, mengapa kami tidak pernah melihat apa-apa dan tidak mendengar kecuali hanya janji-janji?!"

Banyak Basa-basi

Di Azba Abed Rabbo di Jabalya, utara Jalur Gaza, seorang warga Palestina bernama Abu Mohammed Abed Rabbo (45 tahun), dia mendengarkan dari jarak beberapa meter dari pembicaraan Sekretaris Jenderal Liga Arab, di sedang berbicara dengan para warga pemilik tumah yang hancur. Abu Mohammad mengatakan, "Sejak agresi pada tahun 2009 berhenti, kami banyak mendengar kegaduhan (mesin penggilingan) dan tidak melihat tepung. Kami tidak peduli dengan kata-kata. Yang kami inginkan adalah langkah-langkah konkrit untuk rekonstruksi dan pembebasan blokade."

Dia menambahkan, "Sebelumnya telah datang Sekretaris Jenderal PBB dan mengatakan hal-hal yang kami percaya bahwa blokade akan berakhir dan masalah kami akan menjadi masa lalu. Namun kondisi kami tetap seperti apa adanya, tidak berubah. Tidak ada rumah-rumah yang hancur dibangun kembali, tidak ada perlintasan yang dibuka dan tidak ada kesempatan kerja yang tersedia."

Rekonstruksi Bersyarat

Meskipun Amr Mussa menjanjikan kepada mereka yang terkena dampak dan pemilik rumah yang hancur di Azba Abed Rabbo bahwa bahan bangunan akan segera memasuki Gaza, namun dalam pertemuan dengan organisasi-organisasi masyarakat sipil kemudian; dia mengatakan bahwa masalah dana rekonstruksi tersebut tergantung dengan penyelesaian rekonsiliasi.

Pernyataan Mussa tersebut menyinggung perasaan sejumlah peserta pertemuan dan mempertanyakan, “Mengapa masalah dana rekonsiliasi dikaitkan dengan penyelesaian rekonsiliasi? Mengapa kita letakkan warga dan pengungsi yang terlantar terikat dengan faksi ini atau itu!?”

Dia menegaskan ada lebih dari satu pilihan untuk rekonstruksi jika ada kehendak yang jauh dari perbedaan golongan, baik melalui sektor swasta, atau Liga Arab secara langsung, atau bahkan pihak-pihak internasional.

Sebagai ungkapan kemarahan publik atas keterlambatan kunjungan ini dan keengganan rezim Arab dalam membebaskan blokade Gaza; seorang warga Kamal Abu Nada membentangkan sepanduk untuk memprotes kunjungan yang dilakukan oleh Amr Mussa; dengan tulisan: "Aku datang terlambat .. Darah telah kering."

Abu Nada, direktur Asosiasi Bank Yerusalem untuk Kebudayaan, Pengembangan dan Informasi di Jalur Gaza, di depan pintu hotel mengarahkan kata-katanya kepada Mussa: "Mengapa ia datang! Dia datang untuk menghilangkan rasa malunya, sama sekali bukan untuk membantu rakyat Palestina?."

Para Analis Skeptis

Kemarahan dan keraguan atas kunjungan dan hasilnya tidak hanya terjadi di kalangan warga saja. Bahkan para analis politik juga menyampaikan keraguan dan sikap skpetis mereka.

Alih-alih memprediksi hasil yang positif atas kunjungan ini, Dr. Adel Samara, seorang analis politik, menunjukkan kekhawatirannya atas dampak negatif dari kunjungan itu. Dia mengatakan bahwa kunjungan Mussa terjadi karena satu daru dua alasan; satu sama lain tidak ada yang manis. Yang terbaikpu terasa pahit olehnya. Yaitu dia datang untuk meredakan ketegangan dan kemarahan atas pembantaian yang dilakukan penjajah Zionis Israel terhadap "armada kebebasan", atau dia berkunjung karena membawa pesan peringatan ke Gaza agar tidak melindungi perlawanan.

Samara meremehkan pernyataan Mussa tentang membebaskan blokade. Dia mengimgatkan bahwa Amr Mussa dua tahun yang lalu telah mengatakan hal yang sama untuk membebaskan blokade. Dia mempertanyakan, "Apa yang terjadi?! Tidak terjadi apa-apa. Blokade terus berlangsung dan terjadi agresi."

Sementara itu Dr. Abdu Sattar Qasim, guru besar ilmu politik di Universitas nasional Al-Najah mengkritik pernyataan Sekjen Liga Arab, Amer Musa yang mengaitkan masalah rekonstruksi paska agresi Israel di Gaza dengan terlaksananya proses rekonsiliasi internal Palestina. Seharusnya ia mengusulkan semua pihak untuk menurunkan kepentingannya masing-masing demi terlaksananya rekonsiliasi di Gaza.

Pernyataan ini diungkapkan, Qasim dalam wawancara khususnya dengan infopalestina, Ahad (13/6) menanggapi kunjungan Musa ke Gaza. Qasim mengatakan, dana rekonstruksi tidak ada kaitannya dengan rekonsiliasi, tetapi dengan pengakuan gerakan Hamas terhadap syarat-syarat yang diajukan Tim Kuartet. Ia menegaskan, kita bukanlah bangsa yang butuh dengan rekonsiliasi yang menjadi sangat mulia dalam hati kita. Harusnya mereka membahasa bagaimana agar semua pihak bisa menerima rekonsiliasi tersebut, bukan melulu pencapaian rekonsiliasi.

Qasim memandang kunjungan Musa bukan bagian dari prinsif Liga Arab, akan tetapi kebutuhan yang mendesak tarkait kondisi yang berkembang. Kalau seandainya kunjungan tersebut prinsif dari Liga Arab, tentu ia telah melakukannya pertama kali saat penerapan blokade oleh Zionis atau setelah agresi Zionis ke Gaza. Yang terjadi sekarang adalah akibat desakan internasional yang menuntut kecaman atas aksi pembantaian Zionis terhadap kapal Flotilla. Kunjungan Musa terkait dengan perlombaaan bukan prinsif. Hingga saat ini, belum terlihat penentangan Liga Arab atas blokade, secara nyata dalam kunjunganya ke Gaza.

Kalau seandainya ia berkepentingan terhadap penghapusan blokade, maka tentunya ia akan membawa sejumlah semen sebagai symbol penghapusan blokade Gaza. Kalau ia serius, pastilah ia akan meminta KTT Arab secara nyata membuka perlintasan. Padahal penghapusan blokade sudah menjadi keputusan KTT Arab, kenapa belum direalisasikan ? tanyanya.

Qasim mengatakan, jangan terlalu berharap atas kunjungan Musa ini. Ia menegaskan tidak akan ada aksi nyata, ungkapnya. (asw)
SUMBER

1 comments:

Post a Comment