Erdogan: Kami Tidak Akan Berpaling dari Gaza

Wednesday, 2 June 2010

print this page
send email
Perdana Menteri Turki Recep Tayyep Erdogan menghentikan perjalanan diplomatiknya di Brazil dan negara-negara Amerika Latin lainnya untuk kemudian terbang ke negerinya menyusul kasus penyerangan kapal Turki Mavi Marmara yang mengangkut aktivis dan bantuan kemanusiaan untuk Gaza dan diserang oleh Israel pada pagi hari Senin (31/5) kemarin.

Akibat penyerangan itu, lebih dari 10 orang tewas dan puluhan lainnya mengalami luka serius. Dari para koran yang tewas, dikabarkan kebanyakan adalah para aktivis Turki.

Setiba di tanah airnya, PM Erdogan segera menggelar rapat darurat dengan berbagai pihak tervital negeri itu, mulai dari Kementrian Luar Negeri, Parlemen, dan Angkatan Bersenjata Turki guna membahas sikap Turki terkait serangan Israel.

Erdogan menyebut apa yang dilakukan oleh Israel adalah teror yang nyata, tindakan rendahan dan tidak berperikemanusiaan. Erdogan juga menyatakan, negaranya tidak akan tinggal diam di hadapan aksi Israel, dan pihaknya juga tidak akan membalikkan punggung dan berpaling dari Gaza.

"Kita akan teruskan misi kemanusiaan ini," tegas Erdogan.

Hingga saat ini, pihak Turki masih mempertimbangkan kemungkinan sanksi dan kompensasi yang akan diberikan kepada Israel akibat aksi penyerangannya. Beberapa sanksi diplomatik telah ditetapkan Turki kepada Israel, semisal penarikan duta besar Turki di Tel Aviv, pembatalan 3 rencana latihan militer bersama antara Turki dan Israel, serta pembatalan pertandingan sepak bola persahabatan antara kedua negara itu.

Ditambahkan oleh Erdogan, Turki bukan negara kemarin sore dan negara lemah. Tetapi Turki adalah negara besar yang memiliki sejarah perdaban yang panjang dan gemilang, dihormati dan disegani oleh bangsa-bangsa dunia lainnya.

Disebutkan oleh Erdogan, Israel mempunyai hutang sejarah yang besar kepada Turki. Sejak zaman dahulu, utamanya zaman kekaisaran Ottoman-Turki, jauh ketika negara Israel belum berdiri dan ketika ras Yahudi menjadi bulan-bulanan dan biang kebencian di negara-negara Eropa, Turki-lah yang melindungi dan menjamin keamanan Yahudi-Yahudi itu.

Selain itu, Erdogan juga menuntut Israel untuk meminta maaf kepada Turki dan masyarakat internasional atas nama kemanusiaan. Erdogan juga telah menginstruksikan diterbangkannya beberapa pesawat terbang ke Israel untuk mengangkut korban penyerangan Israel. (db/ags
SUMBER

0 comments:

Post a Comment