Dai Saudi Kritik Seruan Tamimi Mengungjungi Jerusalem

Tuesday, 11 May 2010

print this page
send email
Riyadl : Dai Arab Saudi, Dr. Muhsin Awaji, ketua situs Al-Wasatiah fil Islam mengkritik seruan Qadli Palestina Taisir Tamimi kepada seluruh umat Islam dan Kristen di seluruh dunia untuk berkunjung ke Jerusalem (Al-Quds Terjajah) untuk menghadang rencana Israel meyahudikannya. Dr. Awaji menyebut seruan media itu tidak berguna. Kecuali jika seruan itu bermaksud menyerukan perang secara umum untuk membebaskan blockade dari Jalur Gaza dan membebaskan Al-Aqsha.

Dalam pernyatannya kepada QudsPress, Awaji menegaskan, jalan satu-satunya bagi kaum muslimin dalam menjaga Al-Quds dari yahudisasi dan membela Al-Aqsha adalah menyerukan perang umum. Ia mengatakan, “Al-Quds tidak bisa dijaga dengan syiar dan jargon juga tidak konferensi, juga program media, namun dengan kembali (mencontoh) kepada sirah (kehidupan) Nabi dan sahabatnya yakni mengibarkan bendera jihad dan perang umum,”

Awaji menambahkan, pembicaraan apapun selain jihad dan perang hanyalah seperti obat penenang. “Saya katakan ini dan saya sampaikan kecaman kepada semua umat, terutama ulamanya karena mereka tidak memainkan peran mereka dalam menyerukan perang umum,” tegasnya.

Soal seruan Syekh Tamimi, apakah memiliki punya makna, Awaji menegaskan, “Seruan-seruan Syekh Tamimi tidak bermanfaat. Kami tidak ingin mengkritik Syekh Taisir Tamimi, barangkali ia merasa dibiarkan oleh umat. Namun yang kami inginkan adalah seruan untuk perang umum untuk pergi ke Palestina, membebaskan Jalur Gaza dari blockade dan melawan Israel dan mengusirnya dari Al-Aqsha. tapi jika seruan itu hanya sikap media semata, saya yakin George Gollaway lebih kuat sikapnya dari sikap Syekh Tamimi dan orang-orang seperti kita yang hanya duduk di sini.” Tegasnya.

Sebelumnya Syekh Taisir Tamimi menyerukan semua umat Islam dan Kristen di seluruh dunia, Dr. Ahmad Taib Syekh Al-Azhar, Paus Sanada II, Paus Iskandariah Patric Karazah untuk berkunjung ke Jerusalem untuk menghadapi rencana Israel meyahudikannya. Menurutnya, kasus Palestina bukan sekedar masalah bangsa Palestina namun masalah umat Islam seluruhnya.

Menurut Syekh Tamimi, fatwa yang menolak mengunjungi Jerusalem dan masjid Al-Aqsha dan tidak ada gunanya berkunjung ke sana pada saat ini hanya semakin mengisolasinya dari eksistensi Islam dan Kristen dan memberikan kekuatan kepada Israel untuk mengubah symbol Jerusalem sesuai dengan rencana mereka. (bn-bsyr)
SUMBER

0 comments:

Post a Comment